Beberapa Masalah Sablon

Beberapa masalah yang umumnya ditemui dalam proses pencetakan dengan sablon.

Dalam pencetakan sablon (terutama untuk kain), ada beberapa masalah yang umum atau sering dijumpai. Keseringan masalah itu adalah ketidak sesuaian antara sample yang sudah di approve oleh customer dengan hasil produksi yang dihasilkan. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah :

  1. Perbedaan Warna Hasil Produksi Dengan Sample

    Salah warna adalah persoalan yang paling sering ditemui terhadap hasil pencetakan dengan sistem sablon. Salah warna yang dimaksud di sini adalah warna tidak sesuai (berbeda) dengan warna pesanan atau warna yang dikehendaki.

    Salah warna bisa disebabkan oleh kesalahan dalam memilih kode warna, merek tinta ataupun kesalahan dalam pencampuran warna ( untuk warna turunan ). Dalam beberapa kasus, kesalahan warna bisa juga diakibatkan oleh penggunaan tinta yang telah “kadaluarsa” atau telah disimpan dalam waktu lama yang berakibat terjadinya degradasi warna (misal untuk tinta pigmen).

    Biasanya kesalahan ini berupa warna yang telah disetujui oleh pemesan berdasarkan sample yang kita kirim berbeda dengan hasil cetakan yang kita produksi. Dalam hal ini pihak pemesan mungkin saja menolak produksi kita (reject).

    Mungkin untuk beberapa customer perbedaan warna yang tidak terlalu mencolok masih bisa ditolerir. Tetapi, untuk costomer yang sangat detail dalam melakukan quality control hal ini bisa menjadi alasan untuk me-reject hasil produksi kita.

    Untuk mencegah terjadinya hal ini, yang harus kita perhatikan adalah :

    • Gunakan tinta dengan kode warna dan merk yang sama dengan yang kita gunakan dalam pembuatan sample;

    • Jika menggunakan tinta hasil pencampuran beberapa warna dalam pembuatan sample, hitung dan catat setiap perbandingan, termasuk penggunaan bahan pengencer dengan teliti. Jangan terlalu percaya pada feeling dan penglihatan.

    • Kalau perlu buat semacam buku panduan untuk menghasilkan suatu warna turunan tertentu, berupa tabel komposisi warna dan warna akhir yang dihasilkan (color swatches) untuk tiap jenis tinta. Perbandingan komposisi warna yang sama bisa menghasilkan warna akhir yang berbeda jika diterapkan pada jenis tinta yang berbeda. Jenis dan warna dasar kain pun bisa mempengaruhi warna hasil cetakan.

    • Cara kita melakukan pencetakan juga bisa berpengaruh terhadap warna akhir hasil cetakan. Misalnya, dengan menggunakan tinta yang sama, hasil cetakan 3 x tarik dengan hasil cetakan 5 x tarikan dapat menghasilkan penampilan warna yang berbeda. Untuk beberapa kasus, cara kita mengeringkan cetakan juga bisa berpengaruh terhadap penampilan warna hasil cetakan. Karena itu, pada proses pembuatan sample, selalu perhatikan dan catat setiap detail langkah yang kita lakukan untuk menghasilkan suatu cetakan.

    • Usahakan untuk selalu menggunakan bahan yang sama dengan warna dasar yang sama dalam pembuatan sample dengan bahan dan warna dasar yang akan digunakan pada proses produksi. Ini juga seringkali berpengaruh terhadap tampilan akhir warna.

  2. Salah urutan/penempatan warna

    Biasanya terjadi jika kita tidak memberikan panduan (catatan) terhadap urutan cetak terhadap cetakan yang menggunakan banyak warna. Ini bisa berupa kasus seperti nomor 1 ataupun misal munculnya warna yang tidak dikehendaki pada hasil cetakan.

    Contoh: adanya warna ke tiga pada cetakan suatu hurup dengan outline pada bagian luarnya. Jika urutan pencetakan warnanya tertukar (warna lebih “kuat” dicetak lebih dulu, sedangkan warna lebih “lemah” yang menumpang diatasnya dicetak belakangan) bisa menghasilkan warna ke tiga berupa bayangan outline, karena warna di bawahnya “naik”.

    Sekali lagi, selalu catat setiap detail dalam pembuatan sample termasuk urutan langkah cetak, dan pastikan langkah tersebut dilaksanakan dalam proses produksi.

  3. Luntur / warna berubah

    Yang dimaksud luntur di sini adalah hasil cetakan hilang (sebagian atau seluruhnya), warna yang berubah setelah beberapa waktu atau setelah dilakukan washing (pencucian). Hal ini bisa diakibatkan oleh :

    • kualitas tinta yang kita gunakan jelek.

      Kesalahan komposisi antara bahan dasar, pewarna dan pelarut yang digunakan.

    • Kesalahan dalam proses pengeringan yang tidak tepat (suhu dan lamanya waktu pengeringan)

    • Ketidaksesuaian jenis bahan dengan tinta yang digunakan.

  4. Rontok

    Mungkin ini istilah lain dari luntur, tetapi lebih khusus pada cetakan tebal atau cetakan timbul. Pada kasus ini, hasil cetakan bisa jadi “copot” dari kain, retak-retak kemudian bisa rontok. Penyebabnya sama seperti untuk kasus luntur.

  5. Salah Posisi

    Penempatan cetakan yang tidak sesuai dengan yang semestinya. Bisa jadi salah tempat (misalnya harusnya di dada kiri ditempatkan di dada kanan, dst) atau cetakan yang terbalik (atas-bawah; kiri – kanan). Ini terjadi karena :

    • Salah pembuatan/pengaturan penempatan screen.

    • Salah dalam pembuatan film

    • Kesalahan dalam penempatan gambar pada patron/marka.

  6. Mis Register

    Ini juga merupakan yang paling sering terjadi dalam proses sablon. Jika cetakan terdiri atas lebih dari satu warna, seringkali terjadi hasil cetakan yang “berbayang”, “bolong (ada area kosong yang seharusnya tidak ada)”. Ini bisa terjadi karena :

    • Kesalahan dalam pembuatan screen, terutama penempatan posisi film yang tidak “pas”.

    • Pengaturan penempatan posisi screen pada meja yang kurang tepat;

    • Terjadinya pergeseran posisi screen pada saat pencetakan (screen “goyang”).

    • Knok (pembatas posisi dan pergerakan screen) yang goyah, sempal, atau mengalami pergeseran selama proses pencetakan.
    • Cara mencetak, terutama penarikan rakel di atas screen dan pengangkatan screen dari atas cetakan, yang kurang baik.

  7. Screen mampet

    Screen yang mampet merupakan salah satu masalah yang juga sering dijumpai. Ketika screen mampet, baik pada keseluruhan gambar atau pada sebagian gambar, tentu akan mengganggu kelancaran produksi disamping juga bisa berpengaruh terhadap kualitas hasil cetakan.

    Jika mampetnya screen tidak terjadi terlalu sering atau dalam jarak waktu yang agak lama, ini merupakan hal yang wajar. Tapi jika mampetnya screen terlalu cepat terjadi dan sangat mengganggu produksi, tentu ini menjadi masalah.

    Screen menjadi sangat mudah mampet (atau mungkin mampet sejak awal) bisa disebabkan :

    • Ketidak sesuaian ukuran mesh screen dengan jenis tinta yang digunakan. Misal, jika menggunakan tinta rubber dan mesh yang digunakan adalah diatas 120, bisa mengakibatkan screen sering mampet atau malah mampet sejak awal.

    • Tinta yang digunakan terlalu cepat kering. Ini bisa disebabkan kualitas tinta ataupun penggunaan pengencer yang terlalu cepat kering.

    • Kesalahan film bisa juga mengakibatkan screen jadi sering mampet. Misalnya film garis yang terlalu tipis atau, kalau itu film raster, rasternya terlalu halus untuk ukuran mesh screen dan jenis tinta yang digunakan.

Itulah beberapa masalah yang sering ditemui dalam proses pencetakan dengan sistem sablon. Mungkin ada beberapa lagi masalah yang dapat terjadi, namun saya rasa hal-hal itulah yang paling umum ditemui.

31 thoughts on “Beberapa Masalah Sablon

  1. @ Denny :
    Kalo’ sudah terlanjur luntur, susah kalo’ ga disablon ulang.
    Untuk mencegah luntur, perbandingan antara bahan dasar , pelarut dan pewarna harus sesuai, juga penanganan setelah printing harus sesuai dengan masing-masing bahan.

    @ mistery lidah:

    ya bener…. itu namanya rakel atau squeeze (sekiji, kata org korea).

  2. ad yg tw ga knp klo qta menyablon bahan pelastik selalu cpt kering di banding kain????? bagaimana solusinya biar tidak mudah kering pada screen??? mohon kirim pengertiannya ke alamat email saya?? terimakasih sebelumnya.
    Rama1571@gmail.com

  3. mas sama mas…saya wktu itu pernah dapet komplain gila”an.soalnya hanya untuk warna merah saja dikaos putih luntur semua.padahal sebelumnya ga pernah.itu ada solusi pastinya ga mas.trus hanya menggunakan pigment warna merah saja yang penggunaannya lebih banyak daripada warna lain.
    trus untuk hasil sablon juga relatif.ada yang sablonan bajunya max 5x cuci udah menunjukan tanda-tanda mau rusak.tapi ada juga yang sampai bajunya itu belel sablonan masih bagus.agar baju belel tetapi sablonan tetap bagus itu caranya gmn sih mas.
    maaf klo panjang penjelasannya.
    tolong bls ya mas..

  4. gw kadang2 ada kendala, kalaw gambarnya ngeblog cukup besar kadang2 tinta tidak turun semua pasti ada aja yang masih nyangkut di screen, jadi hasil sablonan jadi kasar…please solusinya

  5. Saya ada masalah dengan lem yang dipakai untuk dasar penempelan material, kenapa pada hasil sablon selalu ada menempel lem.
    Adakah lem khusus yang digunakan?, saat ini saya memakai lem 1100.

    Terimakasih

  6. boz. aku maw nanya neh..
    setelah sudah jadi t-shirt dan disablon
    ada proses lg gak agar produk kt kainya
    lbh lembt dan bermutu tinggi. ada yg bilang
    di washed dulu.. minta penjelasanya dong

  7. mau tanya tempat pembuatan print our / film dari bahan klise / bening di daerah cibitung dan sekitarnya atau di jakarta boleh. tks jawabannya

  8. mas tolong dibantu…takaran/perbandingan yg tepat untuk rubber itu berapa…
    antara rubber,binder dll..tolong dibantu mas..soalnya screen saya sering mampet stelah 2 penyablonan…

  9. bagaimana mengatasi tinta yang menyumbat screen saat dari awal? padahal jenis tinta kain sudah encer dengan tambahan air,
    bagai mana agar mengembalikan film yg tersumbat biar bisa digunakan kembali, apakah ada teknik khusus misal harus segera mugkin menyablon benda satu ke yang lainnya, apa bagaimana? thanks

  10. kalau diworkshop kami pasta yg sudah di mix pigmen ditambahin sedikit printol agar pasta tidak mudah nempel di screen, jika sudah mampet cukup digosok menggunakan kain catoon yang di basahin. semoga bermanfaat. thx

  11. boz..w prnah nyablon bagus si gmbar’a..v luntur pas dcuci..sbab w cuma pake pasta sama pwarna..w mw tw bhannya apa j biar g luntur? ksi tw y..mslhnya w cuma tw itu dwang dua pasta sma pwarna..thanks

    • Warnanya yang luntur apa sablonannya yang rontok gan? jika warnnya yang luntur mungking terlalu banyak pemakaian pigmen warnanya gan, jika hasil sablonannya yang rontok itu proses pengeringannya yang belum maksimal, masih banyak faktor lain juga sebernya :) mungkin ada yang mau nambahin.. thanks

      http://www.hmxdesign.com

  12. Permisi gan, saya punya problem nih. Saya punya jaket varsity baseball warna merah yang di sablon tulisan warna putih. Tapi setelah dicuci 2x, warna sablonnya berubah jadi pink, kayaknya kelunturan warna jaket yang merah. Cara mengembalikan warnanya agar putih lagi gimana ya gan ? Thanks before, mohon bantuannya, gan.

    • kalau sudah kelunturan begitu memang susah untuk mengembalikan jadi putih lagi karena warnanya sudah tercampur.
      biasanya sebelum disablon kita melakukan test bahan dulu luntur atau tidaknya.
      biasanya untuk kain yang luntur, pada sablonan pertama diberi warna dasar dulu untuk mengurangi dampak lunturnya.

  13. Mas mau tanya dong kalau sablon sudah terlanjur salah warna bisa ditimpa ga sih, maksud saya di sablon ulang ditimpa dengan warna yang betul? masalahnya yang salah warna adalah logonya mas

  14. saya selalu gagal cetakan screen yang untuk ukuran gambar atau huruf yang sangat halus, adakah ketentuan penggunaan screen? ato cara afdruk?
    gambar semula saya cetak di kertas HVS dengan tinta cair biasa, printer biasa dan saya kasih minyak tanah, sebagai pengganti kalkir, dan di sinari untuk mencetak ke screen, adakah yang salah dengan cara yang saya buat? hasil cetakan screen tidak bisa sama persis dengan gambar, garis yang semula lurus, jadinya agak keriting. tolong dong info nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s