SPIDERMAN 3 : KECELAKAAN, KEBETULAN, KEBENARAN


Film Spiderman terbaru: Spiderman 3. Tidak ragu lagi, di negara asalnya sana, film ini telah menempati peringkat tertinggi. Kabarnya, dalam minggu pertama saja film ini telah menyedot lebih US$43jt. Bayangin, itu baru di Amerika doang!

Bagi yang belum menyaksikan, silakan deh tonton film ini, menurut saya sih yang ini lebih bagus dari Spiderman 2.

Tapi, saya tidak akan mengulas tentang bagus tidaknya atau bagaimana alur cerita film ini. Saya hanya ingin melihat film ini dari sisi yang lain, yaitu yang berhubungan dengan kehidupan nyata kita yang ditampilkan oleh film Spiderman, baik yang sekarang tengah diputar ataupun seri-seri sebelumnya.

Kita masih ingat bagaimana mulanya seorang Peter Parker yang dulunya “culun” bisa berubah menjadi seorang super hero yang gagah perkasa. Ya, semua berawal dari sebuah “kecelakaan” kecil ketika Parker digigit oleh seekor laba-laba spesies aneh yang ternyata mampu mengubah susunan sel-sel dalam tubuhnya. Dari sanalah mulanya Parker bisa melompat, merayap, mengeluarkan jaring, bergelantungan dan memiliki kekuatan seperti seekor laba-laba. Siapa sangka kecelakaan kecil itu bukan hanya mengubah susunan tubuh dan kemampuan Parker, bahkan telah mengubah seluruh kehidupan pribadinya. Sesuatu yang tidak pernah dibayangkan bahkan tidak pernah diharapkan oleh seorang Peter Parker.

“Kecelakaan” kembali muncul dalam film Spiderman 3 ini. Kali ini bukan hanya menimpa Peter Parker sang Spiderman, tetapi juga menimpa seorang napi yang tengah berusaha lari dari kejaran polisi dan malah terjebak ke dalam lubang rahasia tempat para ilmuan tengah melakukan sebuah eksperimen tertentu. Singkatnya, sang napi itu pun secara tidak sengaja menjadi objek eksperimen para ilmuan tadi dan akhirnya dapat mengubah dirinya menjadi manusia pasir (The Sandman).
Siapa sangka kalau ternyata sang napi yang akhirnya berubah menjadi The Sandman tersebut ternyata adalah orang yang didakwa telah membunuh paman dari The Spiderman, Parker.

Spiderman, seperti banyak tokoh-tokoh super hero jebolan “Universitas Hollywood” terlahir dari sebuah kecelakaan. Ambil contoh tokoh super hero lain misalnya The Flash, The Incredible Hulk adalah tokoh hero yang terlahir juga akibat sebuah kecelakaan. Bedanya, the Hulk dan Flash mengalami kecelakaan dari usaha percobaan yang mereka mereka terlibat di dalamnya. Sedangkan Spiderman mengalami kecelakaan yang benar-benar berbeda: tak ada eksperimen, tak ada ledakan….hanya sebuah gigitan kecil dari seekor laba-laba kecil. Persamaan dari mereka adalah bahwa kecelakaan-kecelakaan tersebut bukan hanya telah mempengaruhi tubuh, tetapi juga seluruh kehidupan mereka. Mereka tidak pernah membayangkan apalagi mengharapkan akan mengalami kehidupan seperti yang mereka dapatkan.

Anda pernah mengalami hal tersebut: kejadian-kejadian yang tidak pernah anda duga atau anda harapkan tetapi terjadi pada anda dan justeru hal itulah yang kemudian mengubah hidup anda? Pasti ada yang pernah mengalami.

Memang seperti itulah jalannya kehidupan kita. Terkadang seseorang sepertinya begitu saja mendapatkan sesuatu yang sebenarnya tidak dia usahakan, tidak dia harapkan bahkan tidak pernah dia bayangkan. Tetapi itu terjadi. Hal yang sama berlaku sebaliknya: sesorang yang telah berusaha mati-matian malahan tidak pernah mendapatkannya. Seperti itulah yang terjadi dalam cerita Spiderman, seolah mewakili kehidupan kita : kecelakaan dan kebetulan.

Anda berfikir bahwa keadaan anda, apa yang anda miliki sekarang ini semuanya karena usaha dan kemampuan anda? Mungkin! Tapi anda tak bisa memungkiri bahwa banyak hal dari anda yang anda miliki anda dapatkan secara kebetulan. Tidak percaya? Coba anda renungkan lagi semuanya. Pada titik itulah kita akan menyadari kebetulan-kebetulan atau mungkin kecelakaan-kecelakaan yang kita tidak pernah bisa menghindari. Kita menyadari adanya sesuatu yang kita sebut sebagai “Takdir”.

Di luar itu semua, seperti biasa terdapat dalam film tentang super hero ataupun film-film lainnya, pada akhirnya akan terjadi dimana kebenaran menemukan tempatnya. Seperti halnya sang Spiderman yang mengetahui kebenaran tentang peristiwa pembunuhan yang menimpa pamannya serta siapa sebenarnya jatidiri tokoh yang jadi musuhnya, The Sandman.
Sekali lagi, di setiap akhir cerita, the good defeats the bad (pokoknya artinya adalah Kebaikan akan mengalahkan kejahatan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s